6 Asas Pemilu di Indonesia Beserta Penjelasannya (Luber Jurdil)

Dunia-Pendidik.Com - Indonesia ialah negara yang menganut sistem demokrasi. Bagi memilih pejabat negara, baik presiden atau wakil rakyat, dilaksanakan pemilihan umum secara langsung oleh masyarakat. Dalam pemilu, terdapat 6 asas yang mesti diisi yakni asas luber jurdil, singkatan dari langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Awalnya penyelenggaraan pemilu di Indonesia hanya dilaksanakan untuk memilih wakil rakyat di lembaga DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Namun semenjak tahun 2004 diselenggarakan pemilu guna memilih presiden dan wakil presiden menurut amandemen UUD 1945 yang dilaksanakan sebelumnya.

6 Asas Pemilu di Indonesia Beserta Penjelasannya (Luber Jurdil)

Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden Indonesia kesatu yang dipilih rakyat secara langsung lewat proses pemilihan umum. Sebelumnya presiden dipilih lewat MPR. Sejak itu, tiap 5 tahun sekali diselenggarakan pemilihan umum presiden guna memilih presiden dan wakil presiden dengan masa jabatan 5 tahun.

Di samping pemilu nasional yaitu pilpres (pemilu presiden) dan pileg (pemilu legislatif), juga diadakan pilkada atau pemilihan umum kepala wilayah untuk memilih gubernur, walikota atau bupati. Pada dasarnya penyelenggaraannya juga sama. KPU atau Komisi Pemilihan Umum menjadi lembaga yang bertugas mengadakan proses pemilu di Indonesia.

Dalam pemilu di Indonesia menganut asas luber jurdil. Luber judil singkatan dari langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Sebelum reformasi, pemilu melulu menganut asas luber (langsung, umum, bebas, rahasia) saja, tetapi setelah reformasi diperbanyak dua asas jurdil yaitu jujur dan adil.

Asas Pemilu di Indonesia (Luber Jurdil)

Secara umum, asas pemilu di Indonesia menganut asas Luber Jurdil, yaitu singkatan dari Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil.

1. Langsung

Yang kesatu, asas pemilu menganut asas langsung. Hal ini berarti semua pemilih diwajibkan untuk menyerahkan suaranya secara langsung, tanpa perantara dan jangan diwakilkan oleh orang lain. Asas ini bermanfaat untuk menghindari kecurangan atau jual beli suara andai ada sistem perwakilan dalam pengambilan suara.

2. Umum

Asas pemilu berikutnya ialah umum. Maksudnya pemilihan umum dibuntuti oleh seluruh warga Indonesia yang telah mengisi syarat tanpa terkecuali. Tidak terdapat perbedaan, seluruh orang dari sekian banyak  suku, ras atau agama berhak mengekor pemilu andai sesuai kriteria yang telah diputuskan sebelumnya dan sudah mempunyai hak pilih.

3. Bebas

Pemilu pun menganut asas bersama. Maksudnya pemilih diwajibkan memberikan suaranya tanpa terdapat paksaan dari pihak manapun. Pemilih dapat memilih siapa saja calon yang diharapkan sesuai hati nurani, dengan garansi keamanan tanpa terdapat intervensi atau ancaman dari pihak-pihak mana saja.

4. Rahasia

Asas pemilu pun memuat asas rahasia. Hal ini berarti suara yang diserahkan oleh pemilih mempunyai sifat rahasia melulu diketahui oleh si pemilih tersebut sendiri. Pemilu mempunyai sifat tertutup dan privasi dimana tidak terdapat yang tahu opsi seseorang kecuali dia sendiri, tanpa terdapat campur tangan dari orang lain.

5. Jujur

Pemilu menganut asas jujur. Pemilihan umum mesti dilakukan sesuai dengan aturan guna meyakinkan bahwa masing-masing warga negara yang mempunyai hak bisa memilih cocok dengan kehendaknya dan masing-masing suara pemilih mempunyai nilai yang sama guna menilai wakil rakyat yang bakal terpilih.

6. Adil

Terakhir, asas pemilu ialah asas adil. Hal ini mencakup perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu dan pemilih, tanpa terdapat pengistimewaan ataupun diskriminasi terhadap peserta atau pemilih tertentu. Penyelenggara pemilu mesti meyakinkan keadilan untuk semua pihak sekitar proses pemilihan umum.

Nah itulah 6 asas pemilu di Indonesia dan penjelasannya yang sering disingkat asas Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil). Semoga dapat menjadi referensi dan meningkatkan wawasan.                       

Belum ada Komentar untuk "6 Asas Pemilu di Indonesia Beserta Penjelasannya (Luber Jurdil)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel