Lima Perjuangan Muslim Minoritas Dalam Menjalankan Ibadah Ramadhan

Dunia-Pendidik.Com - Mayoritas Penduduk Muslim di Dunia mengemban dan merasakan Bulan yang sarat berkah ini, dengan menjalankan ibadah puasa Ramadhan sarat dengan kedamaian, maka bertolak belakang dengan situasi Saudara anda yang minoritas.

Lima Perjuangan Muslim Minoritas Dalam Menjalankan Ibadah Ramadhan

Dibawah ini Lima negara minoritas muslim Dalam menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan : 
 

1. Muslim Uighur di Tiongkok Dipaksa Tidak Berpuasa
Yang kesatu perjuangan semua muslim Uighur yang bermukim di distrik xingjiang, tiongkok. Dari tahun ke tahun, mereka tidak jarang kali mendapatkan hambatan dari pemerintah setempat saat menginjak bulan ramadhan. Termasuk bulan ramadhan tahun ini. semua pegawai negeri sipil di provinsi xinjiang tiongkok pulang mendapat surat edaran dari partai komunis tiongkok. Pemerintah pusat mengharuskan mereka tidak mengizinkan setiap kegiatan ramadhan tergolong puasa wajib untuk setiap umat muslim.

Para PNS tersebut tergolong yang muslim di himbau supaya membuat selembaran tertulis dan mengucapkan langsung ke lokasi tinggal rumah warga mengenai larangan berpuasa di bulan ramadhan. Serta larangan menghadiri kegiatan keagamaan. Sedangkan tahun kemudian pemerintah tiongkok tidak mengizinkan pelajar muslim di provinsi xingjiang berpuasa ramadhan. Mereka dipaksa santap di siang hari oleh otoritas lokal.

Total terdapat 20 juta umat muslim di negeri tirai bamboo. Namun di banding etnis beda di tiongkok, muslim yang paling merasakan hambatan ialah warga Uighur. Di samping dilarang beribadah, mereka dilarang memakai bahasa Uighur. Situs kebiasaan Uighur pun teratur dihancurkan oleh petugas partai komunis.

Xingjiang sendiri ialah wilayah yang didiami etnis minoritas Uighur. Mereka berdarah gabungan Mongolia dan kazhakstan, serta hampir 100 persen adalahpenganut islam.


2. Muslim di Rusia Berpuasa Selama 22 Jam 
 
Di samping di islandia, ada pun rusia. Bagi beberapa kecil minoritas warga muslim di st Petersburg, rusia. Durasi berpuasa di tahun ini akan paling menguji keimanan mereka. Bayangkan, mereka mesti berpuasa menyangga lapar dan haus sampai mencapai 22 jam dan menjadi puasa dengan masa-masa terlama dikomparasikan dengan belahan bumi beda di dunia.

Bulan juni di tahun ini di kenal oleh warga setempat sebagai white night. Atau malam yang cerah benerang. Hal ini disebabkan matahari tak kunjung tenggelam. Mereka mesti menantikan selama 21 sampai 22 jam guna berbuka. Waktu untuk santap pun melulu 3 jam sampai matahari hadir kembali di ufuk timur.

Berdasarkan keterangan dari data dari kementrian domestik rusia, selama 42 ribu muslim minoritas yang menjalani ibadah puasa di rusia, memandang puasa di bulan juni ialah ujian terberat. Padahal sebagian penduduk muslim di rusia ialah para imigran yang bekerja sebagai pekerja kasar perusahaan perusahaan teknis laksana perusahaan tambang dan baja yang lebih mengandalkan kerja otot dikomparasikan kerja benak di balik meja.


3. Siswa SD di Inggris Dilarang Berpuasa
 
Setiap muslim yang masih berusia anak anak belum diharuskan untuk berpuasa. Namun semua orang keberuntungan mulai mengajar anak anaknya ini guna berpuasa meskipun melulu sampai pukul 12 siang atau ketika adzan dzuhur. Dan ada pun yang hingga 4 senja atau selama waktu ashar. Ini dilakukan supaya para anak tidak kaget ketika ia mulai diharuskan untuk berpuasa.

Tak melulu di Indonesia, cara ini pun dijalankan oleh semua orang tua muslim untuk anaknya di sekian banyak  belahan dunia. Namun di inggris baru baru ini dihebohkan dengan adanya berita sejumlah sekolah dasar yang tidak mengizinkan siswa siswi beragama islam guna menjalankan ibadah puasa.

Pengelolah sekolah berdalih masalah kesehatan anak anak muslim itu dapat menurun andai mereka berpuasa. Oleh sebab itu, demi kelancaran kegiatan anak didiknya. Para guru menuntut supaya orang tua siswa tidak mengharuskan anaknya menyangga lapar dan haus.

Pihak sekolah bahkan menciptakan surat pengumuman resmi yang diantarkan ke lokasi tinggal orang tua masing masing. Beberapa sekolah dasar yang sudah mengirim surat pengumuman berpuasa tersebut misalnya Barclay primaray school di London timur. Seperti dikutip the telegraph, kepandaian sekolah ini merangsang kontroversi di kalangan komunitas islam di inggris. Mereka mengatakan andai surat larangan tersebut ialah tindakan yang berlebihan. Sebab semua orang tua tau andai ibadah puasa memang belum diwajibkan untuk anak anak. Sekalipun mereka berpuasa, orang tua yakin pekerjaan mereka tidak bakal terganggu.


4. Beralih ke india

permasalahan paksaan santap saat puasa sempat menghebohkan india tahun 2014 lalu. Dalam peristiwa yang sempat terekam kamera ini seorang pekerja muslim di suatu kantin dipaksa santap oleh anggota parlemen mempunyai nama radjan baburahe fihare di bulan ramadhan.

Anggota parlemen dari partai berhalauan kanansifsena ini diadukan mengamuk di suatu kantin kantor pemerintah di new delhi lantaran tidak terdapat makanan karena melulu tersedia roti. Ia juga mengamuk dan mengupayakan menjejalkan rotinya ke mulut pegawai muslim tersebut.

Tindakan ini lantas memicu tidak sedikit protes. Partai oposisi beda yang pun ikut memprotes tindakan lelaki tersebut bahkan memintanya untuk menuliskan maaf. Terlebih, video kejadian itu sempat beredar di sebanyak stasiun televise yang pasti saja merusak citra partai. Kepada public, radjan kesudahannya meminta maaf dan menyesali perbuatannya.


5. Muslim Rohingya di Myanmar Dilarang Beribadah di Masjid

perjuangan berat yang dirasakan warga muslim rohingya di Negara unsur rakhine, Myanmar. Terlebih ketika bulan suci ramadhan tiba. Pasalnya pasukan ketenteraman Myanmar tidak mengizinkan mereka beribadah di seluruh masjid yang terdapat di rakhine. Larangan itu terjadi ketika umat islam rohingya menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan pada 2012.

Sejumlah penduduk menjadi saksi menuliskan larangan itu berlaku di 500 masjid di rakhine. Kepada di antara media south china morning, seorang warga mempunyai nama kalimullah berusia 60 tahun menuliskan para pasukan nasaka atau polisi Myanmar menakut-nakuti akan menciduk atau menembak andai ada orang yang berani beribadah di masjid masjid tersebut.

Ia dan penduduk muslim rohingya itu bercita-cita jika mereka inginkan membukakan pintu masjid ketika hari raya idul fitri tiba.

Demikianlah Artikel Tentang " Lima Perjuangan Muslim Minoritas Dalam Menjalankan Ibadah Ramadhan " Kita do'akan semoga mereka diserahkan kemudahan oleh ALLAH SWT, dalam menjalankan ibadah Ramadhan tahun ini, Aaamiiin.                       

Belum ada Komentar untuk "Lima Perjuangan Muslim Minoritas Dalam Menjalankan Ibadah Ramadhan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel