Manajemen Personalia: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Tugasnya

Dunia-Pendidik.Com - Pengertian Manajemen Personalia ialah jenis manajemen yang bersangkutan dengan perencanaan, pengerahan dan seleksi pegawai, pendidikan, uraian tugas, pelatihan dan pengembangan, serta pemeliharaan sumber daya insan yang bertujuan untuk menolong tercapainya tujuan, baik tersebut tujuan individu, perusahaan, maupun masyarakat.

Manajemen Personalia: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Tugasnya

Manajemen personalia pun tidak tidak jarang kali tentang kompetensi karyawan yang anda miliki, tapi pun bagaimana kita dapat menumbuhkan rasa “memiliki” seorang karyawan terhadap perusahaan.

Jika sebuah organisasi menguasai manejemen ini maka organisasi itu akan bisa menjalankan faedah perusahaan dengan baik, mulai dari perekrutan tenaga kerja, menyelenggarakan training, sampai memotivasi karyawan guna bekerja maksimal.


Manajemen Personalia Berdasarkan keterangan dari Para Ahli

Agar lebih mengetahui apa tersebut manajemen personalia, maka saya dan anda bisa merujuk pada pendapat beberapa berpengalaman berikut ini:

1. Malayu S. P. Hasibuan

Berdasarkan keterangan dari Malayu Hasibuan, manajemen personalia ialah ilmu dan seni menata hubungan dan peranan tenaga kerja supaya efektif dan tepat guna membantu terwujudnya destinasi perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

2. John Soeprihanto

Berdasarkan keterangan dari John Soeprihanto, definisi Manajemen Personalia ialah pengawasan terhadap fungsi-fungsi manajemen, pengadaan, penarikan, pengembangan dan pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan, untuk menolong tercapainya destinasi organisasi atau peruasahaan.

3. Heidjrachman Ranupandojo dan Suad Husnan

Berdasarkan keterangan dari Heidjrachman Ranupandojo dan Suad Husnan, definisi Manajemen Personalia ialah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pemantauan dari pengadaan, pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan tenaga kerja dengan maksud supaya tujuan perusahaan tercapai.


Tujuan Manajemen Personalia

Merujuk pulang pada pengertian manajemen personalia, destinasi utamanya ialah menyinergikan destinasi perusahaan dengan semua sumber daya yang ada. Seperti yang diterangkan oleh Manulang (2001:165), dimana terdapat dua macam destinasi manajemen personalia, yaitu:
  • Production Minded (efisiensi dan daya guna)
  • People Minded (kerjasama)

Oleh sebab itu, destinasi manajemen personalia sangat bersangkutan dengan upaya guna menciptakan situasi dimana masing-masing pegawai dapat menyerahkan sumbangsih yang maksimal untuk atasannya. Alasannya, efisiensi hanya dapat tercapai bila ada kerjasama yang maksimal dari semua pegawai.

Fungsi Manajemen Personalia

Terkait dengan tujuannya maka faedah manajemen personalia merupakan:

1. Fungsi Perencanaan

Fungsi perencanaan berarti menilai program personalia yang nantinya dapat membantu pencapaian destinasi perusahaan yang sudah ditetapkan. Tujuan itu harus terdapat campur tangan aktif dari manajer personalia.

2. Fungsi Pengorganisasian

Ketika perusahaan sudah menilai fungsi-fungsi yang mesti dijalankan oleh seluruh anggota, maka manajer personalia mesti menyusun organisasi. Hal ini dilaksanakan dengan merancang rangkaian dari sekian banyak  hubungan diantara jabatan personalia serta sekian banyak  faktor fisik.

3. Fungsi Pengarahan

Setelah manajer personalia mengerjakan perencanaan dan pengorganisasian, maka selantunya ialah melakukan pengarahan terhadap pekerjaan. Fungsi ini berarti mengupayakan supaya para pegawai bekerja dengan efektif untuk menjangkau tujuan perusahaan.

4. Fungsi Pengawasan

Fungsi pemantauan berarti manajer personalia mengerjakan observasi terhadap pekerjaan atau kegiatan karyawan. Di sini manajemen personalia meneliti dan mencocokkan antara perencanaan dan pengamalan dan mengoreksinya bila terjadi penyimpangan.

Dengan kata lain, pengawasan ialah fungsi yang mencantol masalah pengaturan sekian banyak  jenis pekerjaan sesuai dengan rencana personalia yang sudah dibentuk sebagai dasar analisis dari tujuan sebuah organisasi fundamental.administrasi dan masih tidak sedikit lagi. HRM ini nanti pun akan membina kultur dalam perusahaan dan meyakinkan kesebelasan yang disusun bekerja dengan benar.

Disamping mengerjakan hal-hal administratif, HRM ini bakal menjadi suatu mentor untuk karyawan dan pun tim. Mereka akan mengerjakan pengawasan supaya SDM yang terdapat di dalam perusahaan bekerja dengan baik.


Tugas Manajemen Personalia

Personalia mempunyai tugas dalam urusan pengadaan tenaga kerja berbobot | berbobot | berkualitas dengan kuantitas yang memadai. Karena manajemen personalia selalu bersangkutan dengan SDM, maka tugas mereka antara lain:
  1. Melakukan seleksi tenaga kerja cocok dengan yang diperlukan perusahaan dan meyakinkan calon karyawan yang direkrut sedang di posisi yang tepat
  2. Merancang perkiraan tenaga kerja
  3. Membuat job description, job specification dan job analysis
  4. Menentukan dan menyerahkan sumber daya insan pada perusahaan
  5. Mengurus, mendidik, dan mengembangkan sumber daya manusia. Ini mencakup proses edukasi sumber daya manusia
  6. Mengurus segala hal mengenai pensiun dan pemberhentian
  7. Mengurus kesejahteraan karyawan.


Ekspektasi Soal HRM (Human Resources Management)

Dilihat dari definisi manajemen personalia sendiri, departemen ini sangatlah penting. Bahkan kini department ini disejajarkan dengan meja eksekutif dan diinginkan mampu menyerahkan rekomendasikan sejumlah solusi mulai dari proses, pendekatan dan penyelesaian bisnis untuk menciptakan organisasi dapat berjalan cocok visi dan misi.

Nah, semua jajaran HRMini nanti mesti dapat menunjukkan nilainya dengan mengawal stabilitas sumber daya insan dan perusahaan serta ketenteraman perusahaan dari tuntutan hukum.

Hal ini pun menyangkut sekian banyak  problematika antar karyawan atau tim. Karena itu, HRM bakal berperansebagai stakeholders di organisasi baik tersebut konsumen, eksekutif, pemilik, menejer, kryawan dan pemegang saham.


Tips guna Training Internal

Bicara soal training, tugas ini telah makanan sehari-hari untuk para HRM. Ada tidak sedikit cara yang dapat dilakukan guna mengembangkan potensi di dalam perusahaan.

HRM dapat memberikan tugas yang menantang tetapi nilainya tetap menguntungkan perusahaan, diantaranya
  1. Membuat kendala di masing-masing departement dengan membagi anggota menjadi sejumlah tim
  2. Bisa dengan mengerjakan coaching melewati manajer
  3. Bisa dengan hal-hal yang mengasyikkan untuk menambah kekuatan bonding antar karyawan, misalnya menyerahkan field trips, self-studies atau semacam outbond juga dapat dilakukan sebagai jalan menambah mutu.

Yang terpenting ialah kita mengerjakan hal-hal ini cocok dengan situasi di lapangan. Jadi, sesuaikan dengan destinasi dari manajemen tersebut sendiri.

Di atas tadi ialah penjelasan tentang definisi manajemen personalia, tujuan, fungsi, dan tugasnya. Semoga tulisan ini berfungsi dan meningkatkan wawasan kamu.                       

Belum ada Komentar untuk "Manajemen Personalia: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Tugasnya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel