Siklus Akuntansi | Pengertian, Tujuan, Tahapan, Alur, dan Contohnya

Dunia-Pendidik.Com - Akuntansi ialah seni pendaftaran dan pengikhtisaran transaksi finansial dan penafsiran dampak suatu transaksi terhadap sebuah kesatuan ekonomi. Fungsi dan destinasi akuntansi urgen untuk mendapat informasi sebagai bahan pemungutan keputusan.

Siklus Akuntansi | Pengertian, Tujuan, Tahapan, Alur, dan Contohnya

Akuntansi bertujuan guna menghasilkan informasi melewati serangkaian pekerjaan pengumpulan dan pengolahan data secara sistematik pada sebuah periode tertentu. Semua kegiatan akuntansi pada periode itu inilah yang lantas disebut sebagai siklus akuntansi.

Pengertian Siklus Akuntansi

Definisi siklus akuntansi ialah urutan proses di sebuah perusahaan atau entitas yang dibuka dari menganalisa transaksi-transaksi, mencatat, merangkai laporan keuanngan, dan diblokir dengan proses mempersiapkan kegiatan akuntansi guna periode selanjutnya.

Aktivitas pendataan dan pengolahan data akuntansi secara sistematik dalam satu periode akuntansi itu dikenal sebagai proses akuntansi atau siklus akuntansi. Tujuannya untuk meluangkan informasi yang berfungsi untuk pemungutan keputusan.


Tahapan Siklus Akuntansi
Ada sejumlah tahapan dan alur siklus akuntansi di tiap-tiap perusahaan. Secara teori, sejumlah sumber dan pakar mempunyai pendapat yang berbeda-beda berhubungan urutan siklus akuntansi ini.

Secara umum ada 3 langkah utama dalam proses siklus akuntansi yaitu proses pencatatan, peringkasan, dan penciptaan laporan keuangan, inilah ini :
  • Pencatatan dan penggolongan laporan finansial (termasuk bukti transaksi keuangan)
  • Peringkasan laporan keuangan
  • Pembuatan laporan finansial (financial statements)

Namun bila diulas lebih detail, maka bakal lebih tidak sedikit tahapan-tahapan siklus akuntansi, tergolong sub-aktivitas yang dilaksanakan seorang akuntan, seperti diterangkan sebagai inilah :


1. Identifikasi dan Analisis Transaksi

Langkah kesatu dalam siklus akuntansi ialah melakukan identifikasi dan analisis transaksi keuangan. Semua transaksi yang mempunyai bukti mesti diidentifikasi dengan baik dan benar tanpa terdapat yang tertinggal.


2. Mencatat Transaksi ke dalam Jurnal

Berikutnya sesudah diidentifikasi dan dianalisis, transaksi finansial akan disalin ke dalam kitab jurnal. Pencatatan dilaksanakan ke dalam jurnal secara kronologis dan sistematis sehingga gampang dicari.


3. Posting Buku Besar

Langkah selanjutnya yakni memposting transaksi yang sudah disalin dalam jurnal ke dalam kitab besar. Buku besar ialah kumpulan rekening-rekening pembukuan yang masing-masing dipakai untuk menulis informasi mengenai aktiva tertentu.


4. Menyusun Neraca Saldo

Tahapan proses akuntansi berikutnya ialah penyusunan neraca saldo. Neraca saldo ialah daftar sisa rekening-rekening kitab besar pada periode tertentu. Saldo pada kitab besar dialihkan ke neraca sisa untuk dibulatkan kembali.


5. Menyusun Jurnal Penyesuaian

Berikutnya akan dilaksanakan penyusunan jurnal penyesuaian. Hal ini dilaksanakan jika ada  transaksi yang belum disalin atau adanya salah input, sampai-sampai perlu dilaksanakan penyesuaian kembali.


6. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Setelah dibentuk jurnal penyesuaian, maka lantas akan dibentuk lagi neraca sisa baru sesudah penyesuaian. Langkah ini merupakan tahapan terakhir sebelum penyusunan laporan keuangan. Artinya telah tidak boleh lagi ada kekeliruan input, andai ada maka akan dilaksanakan penyesuaian lagi.


7. Menyusun Laporan Keuangan
Setelah seluruh tahapan urutan siklus akuntansi di atas, maka tahapan berikutnya ialah menyusun laporan keuangan. Penyusunan laporan finansial ini menurut informasi pada neraca sisa setelah penyesuaian.

Laporan finansial ini mempunyai isi antara beda laporan laba rugi perusahaan, laporan evolusi modal, neraca perniagaan untuk menebak likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas, serta laporan arus kas perusahaan.


8. Menyusun Jurnal Penutup
Tahapan siklus akuntansi yang terakhir ialah penyusunan jurnal penutup. Jurnal penutup hanya diciptakan pada akhir periode akuntansi saja. Rekening yang diblokir hanya tabungan nominal atau tabungan laba-rugi.

Rekening-rekening nominal mesti diblokir karena tabungan tersebut dipakai untuk mengukur kegiatan atau aliran sumber-sumber yang terjadi pada periode berjalan. Selanjutnya, pada periode berikutnya dapat dipakai kembali guna mengukur kegiatan yang baru dan mulai terjadi.

Nah itulah referensi langkah siklus akuntansi beserta pengertian, urutan, alur, dan misalnya pada perusahaan. Semoga dapat menjadi referensi dan meningkatkan wawasan pengetahuan.                       

Belum ada Komentar untuk "Siklus Akuntansi | Pengertian, Tujuan, Tahapan, Alur, dan Contohnya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel