Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Barang & Jasa

Dunia-Pendidik.Com - Permintaan dan penawaran ialah dua urusan yang tidak dapat dipisahkan dalam ilmu ekonomi. Dalam kaitannya dengan buatan barang dan jasa, perlu menyimak teori penawaran dan permintaan, atau yang lebih dikenal dengan istilah supply and demand. Terdapat faktor-faktor yang memprovokasi permintaan dan penawaran sebuah barang dan jasa.

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Barang & Jasa

Permintaan ialah jumlah barang atau jasa yang hendak dan dapat dibeli oleh konsumen, pada sekian banyak  tingkat harga, dan pada masa-masa tertentu. Sementara penawaran ialah jumlah barang atau jasa yang terdapat dan dapat dipasarkan oleh penjaja pada sekian banyak  tingkat harga, dan pada masa-masa tertentu.

Permintaan terhadap sebuah barang dan jasa sangat diprovokasi oleh konsumen, serta fasilitas untuk melakukan pembelian barang tersebut. Sementara penawaran sebuah barang dan jasa diprovokasi oleh produsen, tergolong pada tingkat kendala proses produksinya. Keduanya perlu diacuhkan oleh semua pelaku ekonomi yang terlibat.

Terdapat sejumlah faktor-faktor yang memprovokasi tingkat permintaan dan penawaran barang dan jasa, baik hal internal atau hal eksternal. Kali ini akan dijabarkan mengenai apa saja faktor-faktor tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Berikut akan diterangkan apa saja faktor-faktor yang memprovokasi permintaan beserta penjelasannya secara lengkap.

1. Harga Barang dan Jasa

Harga barang dan jasa menjadi salah satu hal yang memprovokasi permintaan. Dalam ilmu ekonomi, permintaan sebuah barang sangat diprovokasi oleh harga barang tersebut sendiri. Naik turunnya harga barang akan memprovokasi permintaan masyarakat terhadap barang tersebut.

Jika harga barang atau jasa naik, maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut pasti akan menurun. Sebaliknya andai harga barang atau jasa turun, maka permintaan terhadap barang atau jasa itu besar bisa jadi akan meningkat.

2. Pendapatan

Faktor utama yang memprovokasi tingkat permintaan sebuah barang atau jasa ialah pendapatan. Pendapatan atau pendapatan konsumen mempunyai pengaruh terhadap apa saja barang atau jasa yang hendak dibeli, sebab harus menyesuaikan situasi keuangannya.

Jika penghasilan konsumen meningkat, maka permintaan akan sebuah barang dan jasa ingin akan bertambah. Sebaliknya, andai pendapatan konsumen menurun, maka permintaan terhadap sebuah barang atau jasa pun pun akan jadi menurun.

3. Selera Konsumen

Faktor yang memprovokasi permintaan barang selanjutnya ialah selera konsumen atau masyarakat. Faktor selera ini sangat bersangkutan dengan tren yang sedang berkembang. Umumnya ada sejumlah merk atau produk yang sedang booming sampai-sampai selera terhadap barang itu jadi naik.

Jika selera konsumen terhadap sebuah barang atau jasa naik, maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut pun akan meningkat. Sebaliknya andai selera terhadap barang atau jasa turun, maka permintannya pun akan berkurang.

4. Intensitas Kebutuhan

Intensitas kebutuhan pun memiliki akibat besar terhadap kurva permintaan barang. Faktor ini sehubungan dengan mendesak atau tidaknya akan keperluan suatu barang dan jasa. Artinya bersangkutan dengan waktu pemakaian yang paling urgent atau tidak.

Jika intensitas keperluan akan sebuah barang dan jasa paling mendesak, maka pastinya permintaan terhadap barang dan jasa tersebut pun naik. Sebaliknya andai intensitas keperluan barang dan jasa tidak terlampau mendesak, maka permintaannya pun akan menurun.

5. Jumlah Penduduk

Jumlah warga suatu negara atau wilayah juga dominan terhadap permintaan. Semakin tidak sedikit jumlah warga tentu pun akan semakin meningkatkan target konsumen dan segmentasi pasar sebuah barang atau jasa yang hendak dijual.

Jika jumlah warga semakin banyak, maka permintaan terhadap barang dan jasa pasti akan meningkat. Sebaliknya andai jumlah warga berkurang, dapat karena bencana alam atau peperangan, permintaan terhadap barang atau jasa dapat berkurang.

6. Harga Barang Substitusi

Di samping harga barang tersebut sendiri, harga barang substitusi juga dominan terhadap permintaan. Yang dimaksud barang subtitusi ialah pengganti dari barang utama, contohnya nasi digantikan kentang, atau buah A digantikan buah B.

Jika harga barang substitusi turun, maka permintaan pada barang yang digantikan pun akan menurun, sebab orang lebih memilih melakukan pembelian barang subtitusi tersebut. Sebaliknya andai harga barang subtitusi naik, maka permintaan pada barang yang digantikan bakal meningkat pula.

7. Harga Barang Komplementer

Harga barang komplementer atau pelengkap pun jadi hal yang memprovokasi permintaan. Yang dimaksud barang kompelemter ialah barang yang diperlukan untuk menunjang barang lain, contohnya bensin guna sepeda motor, tinta guna pulpen, dan sebagainya.

Jika harga barang komplementer naik, pasti permintaan barang yang dilengkapi bakal jadi menurun. Sebaliknya andai harga barang komplementer turun, maka permintaan barang yang dilengkapi jadi semakin meningkat.

8. Promosi

Faktor yang memprovokasi permintaan berikutnya ialah promosi. Strategi promosi dan marketing dari perusahaan atau penjaja sangat urgen untuk menilai minat konsumen yang berujung pada laris tidaknya produk yang dipromosikan tersebut.

Jika promosi terhadap sebuah barang atau jasa dilaksanakan secara unik dan gencar, maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut pasti akan meningkat. Sebaliknya, andai promosi dilaksanakan secara asal-asalan, maka permintaan barng atau jasa tersebut pasti akan menurun.

9. Estimasi Harga di Masa Depan

Berikutnya ada hal perkiraan terhadap harga barang atau jasa di masa mendatang. Estimasi harga dilaksanakan pada barang atau jasa, apakah harganya bakal naik atau turun di masa mendatang, dapat dikalkulasikan pada sekian banyak  faktor.

Jika harga barang atau jasa diduga akan naik di masa mendatang, maka permintan bakal naik sebab konsumen hendak membeli selagi harga belum naik. Sebaliknya bila diduga harga barang atau jasa bakal turun, maka permintaan bakal turun pula sebab konsumen hendak membeli ketika harga turun nanti.

10. Estimasi Pendapatan di Masa Depan

Faktor yang memprovokasi permintaan yang terakhir ialah estimasi penghasilan di masa yang bakal datang. Faktor ini sehubungan dengan pendapatan personal, apakah bakal mengalami eskalasi pendapatan di masa yang bakal datang atau tidak.

Jika diduga pendapatan bakal naik di masa yang bakal datang, maka permintaan naik sebab konsumen berani meningkatkan permintaannya. Sebaliknya bila perkiraan pendapatan bakal turutn, maka permintaan pun turun sebab konsumen akan meminimalisir permintaannya.

Faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Berikut akan diterangkan apa saja faktor-faktor yang memprovokasi penawaran beserta penjelasannya secara lengkap.
 
1. Harga Barang dan Jasa

Harga barang dan jasa pun menjadi hal yang memprovokasi penawaran. Bisa dibilang bahwa penawaran terhadap sebuah barang akan sangat sangat diprovokasi oleh harga barang tersebut sendiri.

Jika harga barang atau jasa naik, maka penawaran terhadap barang atau jasa tersebut pasti akan meningkat. Sebaliknya andai harga barang atau jasa turun, maka penawaran terhadap barang atau jasa itu akan turun pula.

2. Biaya Produksi

Biaya buatan mempunyai pengaruh terhadap penawaran sebuah barang atau jasa. Yang dimaksud ongkos produksi bersangkutan dengan ongkos membeli bahan baku, perangkat dan mesin, gaji karyawan, dan sebagainya dalam proses buatan suatu barang atau jasa.

Jika ongkos produksi meningkat, maka harga barang dan jasa bakal naik sampai-sampai penawaran barang itu jadi menurun. Sebaliknya bila ongkos produksi turun, maka penawaran terhadap sebuah barang dan jasa itu akan meningkat.

3. Kemajuan Teknologi

Faktor beda yang memprovokasi penawaran barang ialah kemajuan teknologi. Adanya teknologi tentu mempermudah produsen dalam memproduksi barang dan jasa dengan cepat.

Dengan peradaban teknologi, maka ongkos produksi bakal turun dan mendongkrak permintaan barang dan jasa. Namun andai tidak terdapat teknologi produksi, maka produksi ongkos produksi naik dan permintaan bisa berkurang.

4. Pajak

Pajak juga dominan terhadap penawaran suatu barang atau jasa. Pajak adalahketetapan dari pemerintah, dan mempunyai pengaruh terhadap permintaan dan penawaran sebuah barang dan jasa di pasar.

Jika pajak sebuah barang menjadi tinggi, maka penawaran terhadap barang itu akan berkurang. Sebaliknya andai pajak sebuah barang rendah, maka penawaran barang itu besar bisa jadi akan bertambah.

5. Jumlah Penjual atau Produsen

Faktor beda yang memprovokasi penawaran sebuah barang dan jasa ialah jumlah penjaja atau produsen. Jumlah produsen yang menghasilkan sebuah produk pasti mempunyai pengaruh terhadap jumlah penawaran barang tersebut.

Jika jumlah produsen sebuah barang terdapat banyak, maka jumlah penawaran terhadap barang tersebut pun akan tinggi. Sebaliknya, andai jumlah produsen sebuah barang terdapat sedikit, maka penawaran terhadap barang itu tentu pun akan rendah.

6. Bencana Alam
Faktor alam pun memiliki akibat dan pengaruh terhadap situasi ekonomi, tergolong pada penawaran sebuah barang dan jasa tertentu. Faktor ini dapat mencakup hal-hal seperti gejala alam, situasi iklim dan cuaca, letak geografis wilayah, atau bencana alam.

Misalnya andai terjadi bencana alam pada suatu wilayah penghasil sebuah barang dan produk, maka buatan barang bakal menurun. Akibatnya penawaran barang tersebut pun akan turun.

7. Harga Barang Pengganti
Di samping harga barang tersebut sendiri, hal lain yang memprovokasi penawaran ialah harga barang substitusi atau barang pengganti. Pengaruh ini terjadi sebab persaingan harga, dimana harga barang yang lebih murah pasti penawarannya bakal lebih tinggi.

Jika harga barang pengganti naik, maka penawaran terhadap barang utama bakal ditingkatkan, dengan asa konsumen akan berpindah ke barang utama ini. Sebaliknya andai harga barang pengganti turun, maka penawaran terhadap barang utama pun akan turun.

8. Perkiraan Harga di Masa Mendatang
Penawaran pun turut diprovokasi terhadap prediksi perkiraan harga barang di masa yang bakal datang. Prediksi harga barang dan jasa di masa depan dapat diperkirakan lewat sejumlah faktor tertentu.

Jika sebuah barang diduga harganya bakal naik, maka produsen bakal menurunkan jumlah barang yang ditawarkan sebab takut tidak laku. Sebaliknya andai barang ditebak akan turun harganya, maka penawaran barang bakal ditingkatkan.

9. Kebijakan Pemerintah

Faktor terakhir yang turut memberi pengaruh pada penawaran barang dan jasa ialah kebijakan pemerintah. Sebelumnya telah dibicarakan mengenai pajak yang pun bagian dari kepandaian pemerintah, tetapi ada kepandaian lain yang turut memprovokasi penawaran barang.

Misalnya ialah kebijakan berhubungan impor dan ekspor bahan baku dari luar negeri, kepandaian pembatasan pemakaian barang tertentu, sampai kebijakan subsidi bersangkutan sebuah komoditas.

Nah itulah referensi tentang faktor-faktor yang memprovokasi permintaan dan penawaran sebuah barang atau jasa di pasar nasional. Faktor-faktor itu perlu dipelajari bila hendak terjun ke dunia bisnis dan usaha.                       

Posting Komentar untuk "Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Barang & Jasa"