Jenis-Jenis Penelitian Beserta Pengertian dan Contohnya

Dunia-Pendidik.Com - Berdasarkan keterangan dari KBBI, definisi penelitian ialah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilaksanakan secara sistematis dan objektif guna memecahkan suatu permasalahan atau menguji sebuah hipotesis guna mengembangkan prinsip-prinsip umum.

 Jenis-Jenis Penelitian Beserta Pengertian dan Contohnya

Penelitian dilaksanakan untuk mengembangkan teori dan ilmu pengetahuan, serta guna memecahkan masalah dan menjadi bahan pertimbangan pemungutan keputusan. Kegiatan riset pun mesti dilaksanakan dengan cermat dari tahapan mula dengan metodologi yang benar cocok tujuan yang diinginkan.

Faktanya terdapat tidak sedikit jenis-jenis riset yang ada, sampai-sampai tiap jenisnya memerlukan metode yang bertolak belakang dengan hasil yang output yang bertolak belakang pula. Pembagian jenis penelitian dapat dibedakan menurut tidak sedikit hal dan aspek tertentu.

Jenis-Jenis Penelitian

Nah inilah ini akan diterangkan apa saja jenis-jenis riset beserta definisi dan ciri-cirinya, baik menurut tujuan, jenis data dan analisis, metode, dan tingkat eksplanasinya.

Jenis-Jenis Penelitian Berdasarkan keterangan dari Tujuannya

Macam-macam riset menurut keterangan dari tujuannya dipisahkan menjadi 2 (dua), yakni riset murni dan riset terapan.

1. Penelitian Murni

Penelitian murni, disebut pun penelitian dasar, ialah jenis riset yang dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan ilmiah atau mengejar bidang riset baru tanpa sebuah tujuan praktis tertentu. Artinya riset murni dilaksanakan tujuan guna pengembangan ilmu pengetahuan.

Penelitian murni dipakai untuk mengembangkan teori yang telah ada atau mengejar teori baru. Meski begitu, bukan tidak barangkali hasil riset murni akan dipakai untuk kebutuhan praktis dalam jangka masa-masa yang panjang.

2. Penelitian Terapan

Penelitian terapan ialah jenis riset yang bertujuan untuk menambah pengetahuan ilmiah dengan sebuah tujuan praktis. Dengan kata lain, hasil dari riset terapan bakal langsung dipakai untuk kebutuhan praktis lain.

Penelitian terapan bertujuan guna memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. Contohnya ketika ada suatu proyek pembangunan, maka dilaksanakan penelitian guna menilai arsitektur bangunan dan tata letak di sekitarnya.

Jenis-Jenis Penelitian Berdasarkan keterangan dari Jenis Data dan Analisisnya

Macam-macam riset menurut keterangan dari jenis data dan analisisnya dipisahkan menjadi 2 (dua), yakni riset kualitatif dan riset kuantitatif.

1. Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif ialah jenis riset yang memakai data-data kualitatif. Yang tergolong data kualitatif ialah kalimat, kata, skema, pernyataan, gambar, dan indeks tertentu. Asalkan bukan angka, maka tergolong data kualitatif.

Umumnya data kualitatif juga sehubungan dengan pendapat responden, laksana setuju atau tidak setuju terhadap sebuah kebijakan, puas atau tidak puas terhadap sebuah layanan, atau evaluasi terhadap layanan tertentu, apakah baik atau buruk.

2. Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif ialah jenis penelitian memakai data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka atau data yang bisa dikonversi menjadi angka. Bisa berupa angka biasa laksana 1, 2, 3 dan seterusnya, atau dapat juga konversi skor guna kriteria tertentu, contohnya seperti baik sekali = 5, baik = 4, biasa = 3, buruk = 2, paling buruk = 1.

Data kuantitatif juga dapat dibedakan menjadi data diskrit (nominal) dan data kontinum. Data nominal ialah data dalam format kategori atau diskrit, berkebalikan dengan data kontinum.

Jenis-Jenis Penelitian Berdasarkan keterangan dari Metodenya

Macam-macam riset menurut keterangan dari metodenya dipisahkan menjadi 10 (sepuluh), yakni riset historis, survei, ex post facto, eksperimen, deskriptif, pengembangan, evaluasi, naturalistik, tindakan, dan kebijakan.

1. Penelitian Historis

Penelitian historis atau riset sejarah ialah jenis riset yang sehubungan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang sudah terjadi dan dilangsungkan di masa lalu. Kegiatan riset yang difokuskan guna menyelidiki, memahami, dan menjelaskan suasana yang sudah lalu.

Tujuan riset historis ialah untuk merumuskan benang merah mengenai sebab-sebab, dampak, atau pertumbuhan dari kejadian yang sudah berlangsung. Nantinya hasilnya dipakai untuk menyatakan kejadian kini dan sebagai antisipasi kejadian yang bakal datang.

2. Penelitian Survei

Penelitian surei ialah jenis riset yang dilaksanakan pada populasi besar atau kecil, namun data yang dipelajari ialah data dari sampel yang dipungut dari populasi. Artinya penelitian dilaksanakan mengambil sampel tertentu guna merumuskan borongan populasi penelitian.

Dalam penelitian, pemungutan sampel menjadi poin urgen yang mesti diperhatikan. Bagaimana metodenya dengan pemungutan sampel pada jumlah tertentu dapat menggeneralisir dan merumuskan benang merah dari borongan populasi yang hendak diteliti.

3. Penelitian Ex Post Facto

Penelitian ex post facto ialah salah satu jenis riset yang bertujuan untuk menganalisis sebuah peristiwa atau kejadian yang sudah terjadi untuk lantas dapat memahami faktor-faktor penyebab munculnya kejadian tersebut.

Artinya dalam penelitian ditelusuri apa saja hal dan variabel yang barangkali dapat memprovokasi sebuah kejadian yang sudah terjadi dan memiliki akibat signifikan.

4. Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen ialah jenis riset yang bertujuan menggali pengaruh variabel tertentu terhadap variabel beda dalam situasi terkontrol secara ketat. Penelitian ini mendorong dilakukannya percobaan untuk memahami pengaruh variabel tertentu.

Jenis riset ini berupaya mengisolasi serta kontrol di setiap situasi-situasi yang cocok dengan kondisi yang hendak dianalisis lalu meneliti pada efek maupun pengaruhnya. Terdapat 4 format metode percobaan ini, antara lain ialah pre experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental.

5. Penelitian Deskriptif

Selanjutnya pun ada jenis riset deskriptif. Penelitian deskriptif ini ialah jenis riset yang bertujuan guna membuat pemaparan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai kenyataan dan sifat populasi atau wilayah tertentu.

Jenis riset ini mendeskripsikan peristiwa dan kenyataan yang ada, baik yang masih terjadi sampai kini atau yang terjadi pada masa-masa yang lalu. Penelitian deksriptif sedikit bertolak belakang dengan percobaan karena tidak mengerjakan perubahan terhadap variabel-variabel bebasnya.

6. Penelitian Pengembangan

Penelitian pengembangan atau research development ialah jenis riset yang dilaksanakan dengan destinasi untuk mengembangkan produk sampai-sampai produk itu menjadi lebih baik dan lebih berkualitas. Biasanya jenis riset ini dilaksanakan oleh perusahaan produk tertentu.

Tujuan riset ini ialah mendapatkan produk baru atau proses baru dalam menghasilkan produk tertentu. Artinya riset bukan dilaksanakan untuk memformulasi atau menguji hipotesis tertentu. Output yang dihasilkan ialah produk baru.

7. Penelitian Evaluasi

Penelitian evaluasi ialah jenis riset yang bertujuan guna menjelaskan gejala dari sebuah kejadian, pekerjaan dan produk. Jenis penelitian diinginkan mampu memberi penilaian dari suatu kejadian dan pekerjaan tertentu.

Evaluasi yang dimaksud bisa berupa kritik, saran, masukan, atau format evaluasi beda guna menyokong pengambilan keputusan mengenai kejadian serupa yang bakal dilaksanakan.

8. Penelitian Naturalistik

Penelitian naturalistik ialah jenis riset yang bertujuan untuk menganalisis pada situasi obyek alamiah. Jenis riset ini pun disebut sebagai cara kualitatif. Nantinya hasil riset lebih menekankan makna, bukan suatu generalisasi atau kesimpulan.

Dalam riset ini, peneliti beraksi sebagai instrumen kunci dimana teknik pendataan data akan dilaksanakan secara triangulasi, serta analisis datanya mempunyai sifat induktif.

9. Penelitian Tindakan

Penelitian perbuatan atau disebut pun dengan action research ialah penelitian yang bertujuan guna mengembangkan cara kerja yang sangat efisien, sehingga ongkos produksi bisa ditekan dan produktivitas lembaga bisa meningkat.

Jenis riset ini dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah dan problematikan tertentu pada lingkup organisasi atau kelompok, bukan untuk destinasi mengembangkan ilmu pengetahuan.

10. Penelitian Kebijakan

Selanjutnya terdapat jenis penelitian kepandaian atau policy research, yakni riset yang dilaksanakan terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sampai-sampai temuannya bisa direkomendasikan untuk pembuat keputusan untuk beraksi dalam menuntaskan masalah.

Dalam riset ini, lazimnya meneliti kegiatan dan pekerjaan pada masyarakat, seringkali dilakukan oleh lembaga dan instansi pemerintah guna menolong pengambilan keputusan dan penciptaan kebijakan sehubungan dengan masyarakat tersebut.
Jenis-Jenis Penelitian Berdasarkan keterangan dari Tingkat Eksplanasinya

Macam-macam riset menurut keterangan dari tingkat eksplanasinya dipisahkan menjadi 3 (tiga), yakni riset deskriptif, riset komparatif, dan riset asosiatif.

1. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif ialah jenis riset yang dilaksanakan untuk memahami nilai variable mandiri, baik satu variable atau lebih (independent) tanpa menciptakan perbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain.

Jenis riset ini dilaksanakan dengan metode mengoleksi data guna menguji hipotesis atau membalas pertanyaan penelitian tentang status terakhir dari subyek riset tertentu, guna mendapat  deskriptif menyeluruh dan akurat dari sebuah situasi.

2. Penelitian Komparatif

Penelitian komparatif ialah jenis riset yang bertujuan untuk mencocokkan objek tertentu. Dalam riset ini akan dilaksanakan perbandingan atau perbandingan mengenai dua atau lebih objek tertentu yang bakal diteliti.

Nantinya hasil riset akan mengejar manakah yang lebih efektif dan tepat guna sehingga dapat dipakai untuk bahan pemungutan keputusan berhubungan topik yang sedang diteliti.

3. Penelitian Asosiatif

Penelitian asosiatif ialah jenis riset yang dilaksanakan dengan destinasi untuk memahami hubungan dua variable atau lebih. Jenis riset ini melulu akan melulu menjelaskan terdapat atau tidaknya hubungan antara variabel yang diteliti.

Pada riset ini, hasilnya bakal diketahui apakah variabel-variabel yang dianalisis saling berhubungan dan berkorelasi satu sama beda atau tidak. Jika iya, pun akan diketahui apakah kebersangkutanan dan korelasi antara variabel itu signifikan atau tidak.

Nah itulah referensi menyeluruh mengenai jenis-jenis riset beserta contoh, ciri-ciri, dan penjelasannya. Ada tidak sedikit cara guna mengklasifikasi riset baik menurut tujuan, jenis data dan analisisnya, metode, serta tingkat eksplanasinya.

Belum ada Komentar untuk " Jenis-Jenis Penelitian Beserta Pengertian dan Contohnya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel