Contoh Majas Litotes Beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya

Dunia-Pendidik.Com - Majas ialah gaya bahasa yang dipakai penulis untuk mengucapkan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Ada tidak sedikit macam-macam majas, salah satunya ialah majas litotes yang tergolong dalam kelompok jenis majas pertentangan.

Berdasarkan keterangan dari KBBI, definisi majas ialah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang beda atau suatu kiasan. Salah satu misal jenis majas ialah majas litotes, yang tergolong dalam majas yang bermanfaat untuk mempertentangkan.

Contoh Majas Litotes Beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya

Nah dalam tulisan ini akan dibicarakan mengenai apa tersebut pengertian dan pengertian majas litotes beserta ciri-ciri, karakteristik, pemakaian kata, serta contoh-contoh majas litotes.

Pengertian Majas Litotes

Pengertian majas litotes ialah jenis majas yang mengandung penurunan kualitas suatu kenyataan dengan destinasi untuk merendahkan diri. Litotes adalahmajas yang mengungkapkan ucapan dengan rendah hati, sopan santun, dan lemah lembut.

Umumnya urusan ini dijangkau dengan membantah lawan daripada urusan yang hendak diungkapkan. Dalam pembagian jenis-jenis majas, majas litotes termasuk kelompok majas pertentangan. Hal ini sebab hal yang diucapkan bertentangan dengan arti sebenarnya.

Ciri-ciri majas litotes ialah menggunakan kata yang bertolak belakang dan berbeda dengan maknanya, dengan destinasi merendahkan diri. Kadang majas ini menggunakan ucapan-ucapan kiasan atau ucapan-ucapan yang abstrak untuk mencerminkan maksud yang hendak disampaikan.

Contoh Majas Litotes

Berikut ini kami bagikan sejumlah contoh majas litotes dalam kalimat bahasa Indonesia selengkapnya.
  •     Kalau terdapat waktu, mampirlah ke gubuk tuaku.
  •     Sehari-harinya, saya melulu memakai sepeda motor butut ini guna bepergian.
  •     Terimalah duit dariku yang tidak seberapa ini.
  •     Usaha kecil-kecilan ini sudah lumayan untuk mengisi kebutuhanku.
  •     Sebagai orang awam, saya mencoba mengetahui penjelasan darinya.
  •     Di hari ulang tahunmu ini, terimalah hadiah sekadarnya yang kuberikan padamu.
  •     Rumah ini kubeli dengan angsuran uang pas-pasan tiap bulannya.
  •     Saya hanyalah seorang rakyat jelata yang berupaya hidup sejahtera di negeri ini.
  •     Memakai pakaian lusuh ini juga sudah lumayan bagiku.
  •     Hanya urusan kecil ini yang dapat kulakukan untuk menolong keluargaku.
  •     Saya masih anak kemarin sore, belum layak untuk tampil di seminar ini.
  •     Jangan sungkan meminta pertolongan pada orang bebal ini.
  •     Uang ini lumayan untuk dipakai makan seadanya.
  •     Saya hanya rakyat kecil yang hendak cari makan.
  •     Rumahku yang beralaskan tanah ini lumayan untuk menampung keluargaku.
  •     Silahkan merasakan jamuan yang kami hidangkan alakadarnya ini.
  •     Aku hanya seorang pria kecil yang mempunyai mimpi besar.
  •     Inilah diriku apa adanya yang tidak sempurna dikomparasikan dengan dirinya.
  •     Sehari-hari, aku melulu mengendarai sepeda bodong ini.
  •     Gubuk reotku ini masih dapat menampung anggota keluargaku.
  •     Tubuh yang renta ini tampaknya tidak pantas andai harus menemukan penghargaan dari orang sekuat dirimu.
  •     Akhirnya aku dapat membeli mobil jelek ini berkat duit tabunganku.
  •     Cuma urusan remeh ini yang dapat kulakukan ketika ini.
  •     Aku hanya dapat membelikanmu kain lusuh ini sebagai hadiah.
  •     Jangan tak sempat mampirlah ke bilik kumuhku kapan-kapan.
  •     Saat mendapat untung, seringkali akan menciptakan perayaan kecil-kecilan sebagai tanda syukur.
  •     Sudikah semua pejabat mendengar aspirasi dari hamba yang awam ini.
  •     Jika dikomparasikan dengan dirinya, saya hanyalah orang biasa.
  •     Ya begini, asalkan dapat makan nasi dan garam sudah lumayan bagiku.
  •     Semoga anda betah berangjangsana ke rumahku melulu hanya beralaskan tikar saja.
  •     Aku tidak layak jka dikomparasikan dengan dia yang sempurna.
  •     Pakaian rombeng ini tidak jarang kupakai sehari-hari.
  •     Ayah masing-masing hari bekerja mengemudikan mobil biasa.
  •     Setiap hari aku membawa bekal dengan menu warung yang seadanya.
  •     Aku rasa aku tidak layak mendapat nilai segitu dengan benak tumpulku ini.
  •     Pegawai rendahan sepertiku belum layak mendapat jabatan itu.
  •     Aku berlibur ke luar kota melulu bermodalkan recehan saja.
  •     Bagi masuk perusahaan tersebut tentu aku tidak layak bermodal ijazah rendahan.
  •     Karya amatiran dariku ini belum layak mendapat penghargaan itu.
  •     Aku laksana setetes embun dalam persaingan lingkungan kerja yang ketat ini.
  •     Saya melulu penyair yang tidak jarang menyebutkan buah pena tak berarti.
  •     Wajah pas-pasan sepertiku tak layak dengan wajah secantik kamu.
  •     Semoga hidangan simpel ini lumayan sebagai jamuan hari ini.
  •     Aku hanyalah anak bawang bila dikomparasikan dengan orang-orang itu.
  •     Buku usang ini berisikan tidak sedikit ilmu pengetahuan.
  •     Cobalah menyantap masakanku yang tidak enak ini.
  •     Anak dusun sepertiku tidak layak masuk ke restoran mahal laksana itu.
  •     Rumah beratap jerami berikut hasil usahaku sekitar ini.
  •     Aku yang buruk rupa ini tidak layak mendapat pujian laksana itu.

Nah itulah referensi 50 misal majas litotes beserta pengertian, definisi, dan ciri-cirinya lengkap. Contoh-contoh majas litotes tersebut dapat dijadikan referensi guna lebih mengetahui makna dan pengertian majas litotes secara lengkap.                       

Belum ada Komentar untuk "Contoh Majas Litotes Beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel