Contoh Majas Asosiasi Beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya

Dunia-Pendidik.Com - Majas ialah gaya bahasa yang dipakai oleh pengarang untuk dapat mengucapkan sebuah pesan secara imajinatif dan kias untuk destinasi membandingkan, sindira atau menegaskan. Ada tidak sedikit macam-macam majas, salah satunya ialah majas asosiasi yang termasuk kelompok majas perbandingan.

Secara umum definisi majas ialah sebuah gaya bahasa yang dipakai dalam suatu karya tulis. Majas dipakai sebagai teknik penulis guna mengungkapkan pikiran melewati bahasa secara khas yang menunjukkan jiwa dan jati diri penulis.

 Contoh Majas Asosiasi Beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya

Nah dalam tulisan ini akan dibicarakan mengenai apa tersebut pengertian dan pengertian majas asosiasi beserta ciri-ciri, karakteristik, pemakaian kata, serta contoh-contoh majas asosiasi.

Pengertian Majas Asosiasi

Pengertian majas asosiasi adalah jenis majas berupa komparasi terhadap dua urusan yang berbeda, namun ditetapkan sama. Pada majas asosiasi ini bermanfaat untuk menanam dua urusan yang sebetulnya sama sekali berbeda, namun dirasakan memiliki keserupaan tersendiri.

Ciri-ciri majas asosiasi ini antara lain ialah menggunakan kata hubung laksana ‘bagai’, ‘laksana’, ‘seperti’, ‘ibarat’, dan sebagainya. Berdasarkan ciri ini, majas asosiasi memang memiliki keserupaan dengan misal majas simile. Namun pada majas asosiasi, artinya tidak diterangkan secara langsung atau melulu secara implisit.

Majas asosiasi tergolong dalam kelompok majas perbandingan, sebab memang hakikatnya ialah untuk mencocokkan dua urusan yang berbeda, tetapi mempunyai keserupaan. Contoh majas asosiasi pun tidak jarang kita jumpai pada karya-karya sastra laksana novel dan puisi atau sering pun kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Majas Asosiasi

  •     Sikapnya keras sekali laksana batu sampai-sampai tidak dapat diajak diskusi.
  •     Tekadnya powerful sekali layaknya bara api yang berkobar.
  •     Rumah pengusaha tersebut sangat mewah laksana istana raja.
  •     Mata Vina bulat sekali laksana bola pimpong.
  •     Tidurnya pulas sekali layaknya kerbau.
  •     Paras wajahnya paling bercahaya laksana sebuah bulan purnama di malam hari.
  •     Anak kembar tersebut bak pinang dipelah dua.
  •     Larinya kencang sekali laksana cheetah.
  •     Ucapanmu laksana tong kosong yang nyaring bunyinya.
  •     Wajah orang tersebut pucat sekali laksana mayat hidup.
  •     Tiba-tiba dia datang bak mimpi di siang bolong.
  •     Kulitnya putih sekali laksana salju.
  •     Tubuhmu tinggi sekali laksana tiang listrik.
  •     Hubungan tanpa masalah itu laksana sayur tanpa garam.
  •     Perkataannya tajam sekali layaknya pisau yang menusuk.
  •     Ia dikenal sebagai sosok yang yang kuat laksana Gatot Kaca.
  •     Membaca kitab itu urgen layaknya jendela dunia.
  •     Tiap hari ia mesti kerja lembur laksana kuda.
  •     Jangan jadi orang yang merugikan orang laik laksana benalu.
  •     Jasa guru itu laksana pelita di tengah kegelapan.
  •     Kebijakan pemerintah ketika ini paling mencekik rakyat kecil.
  •     Vina adalahgadis yang cantik layaknya bidadari.
  •     Kehidupannya laksana kelelawar, kerja di malam hari dan istirahat di pagi hari.
  •     Kopi produksi Nadien enak sekali ibarat kopi di kafe-kafe mewah.
  •     Rudi dikenal sebagai sosok yang cerdas laksana Einstein.
  •     Kalau sedang marah, kelakuannya laksana singa yang mengaum.
  •     Omongan orang tersebut pedas sekali laksana cabai rawit.
  •     Kemampuannya berhitungnya cepat sekali layaknya kalkulator.
  •     Ia menggarap dua tugas sekaligus ibarat seraya menyelam minum air.
  •     Gara-gara masalah itu, ia ibarat sedang kebakaran jenggot.
  •     Saat sedang flu, suaranya laksana kaset yang rusak.
  •     Bisnis es kopi semakin tidak sedikit bak jamur di musim hujan.
  •     Senyumanmu ibarat embun pagi yang meneduhkan.
  •     Hubungannya laksana air dan api yang tidak dapat akur.
  •     Kehadirannya paling aku tunggu layaknya oase di padang pasir yang tandus.
  •     Tiba-tiba ia bertingkah mengherankan seperti terdapat udang di balik batu.
  •     Jangan laksana katak dalam tempurung yang tidak cukup wawasan.
  •     Menyukai gadis tersebut ibarat punuk memimpikan bulan.
  •     Ototnya powerful sekali laksana baja yang keras.
  •     Tim itu berkolaborasi dengan baik ibarat semut sedang membina koloninya.
  •     Popularitasnya melulu bertahan seumur jagung saja.
  •     Otaknya cerdas sekali bak komputer canggih.
  •     Tiba-tiba ia bertindak laksana cacing kepanasan.
  •     Aksi koruptor laksana tikus yang menggerogoti negara.
  •     Suaranya keras sekali ibarat gelegar petir.
  •     Ia dikenal sebagai sosok yang tampan sekali layaknya pangeran negeri dongeng.
  •     Wajahnya kuning bersinar laksana bulan purnama.
  •     Jakarta dikenal sebagai kota yang padat laksana pasar yang ramai.

Nah itulah referensi 50 misal majas asosiasi beserta pengertian, definisi, dan ciri-cirinya lengkap. Contoh-contoh majas asosiasi tersebut dapat dijadikan referensi guna lebih mengetahui makna dan pengertian majas asosiasi secara lengkap.                       

Belum ada Komentar untuk " Contoh Majas Asosiasi Beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel