Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Majas Personifikasi Beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya

Dunia-Pendidik.Com - Pengertian majas adalah sebuah gaya bahasa yang dipakai untuk mengucapkan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Ada tidak sedikit jenis-jenis majas, salah satunya ialah majas personifikasi yang tergolong dalam kelompok jenis majas perbandingan.

Contoh Majas Personifikasi Beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya

Adapun pengertian majas secara umum ialah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang beda atau suatu kiasan. Majas juga ditafsirkan sebagai gaya bahasa dan teknik yang dipakai oleh penulis dalam memeparkan gagasannya cocok dengan destinasi dan efek yang hendak dicapai.

Nah dalam tulisan ini akan dibicarakan mengenai apa tersebut pengertian dan pengertian majas personifikasi beserta ciri-ciri, karakteristik, pemakaian kata, serta contoh-contoh majas personifikasi.

Pengertian Majas Personifikasi

Pengertian majas personifikasi ialah salah satu jenis majas yang berisi ungkapan dengan memakai perilaku insan yang diserahkan kepada sesuatu yang bukan manusia. Artinya benda mati diungkapkan dengan kata kerja atau perbuatan yang umumnya dilaksanakan oleh manusia.

Ciri-ciri majas personifikasi ialah pemberian kata sifat atau kata kerja pada benda mati yang serupa manusia. Umumnya gaya bahasa pada majas ini mencerminkan tentang suatu kondisi dengan bayang-bayang angan yang konkret, serta memberi keadaan atau sifat insan pada benda mati atau yang bukan manusia.

Majas personifikasi tergolong dalam kelompok majas perbandingan, sebab membandingkan benda mati dengan sifat-sifat manusia. Kata personifikasi sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Prosopopoeia, yang berarti memanusiakan, cocok dengan sifat dan ciri-ciri majas ini.

Contoh Majas Personifikasi

  •     Mobil tersebut berlari kencang dengan kecepatan maksimal.
  •     Langit juga menangis sampai meneteskan air matanya.
  •     Panasnya terik matahari begitu menghanguskan kulitku.
  •     Gelombang air laut begitu deras sampai menyapu pantai dan daratan di sekitarnya.
  •     Angin sepoi-sepoi seolah berbisik ke telingaku.
  •     Turunnya air hujan menyiramiku tubuhku sampai basah.
  •     Gunung berapi tersebut memuntahkan isi perutnya sampai meletus ke luar.
  •     Aroma masakan ibu benar-benar menggoda sekali.
  •     Badai topan mengamuk dan menghancurkan rumah-rumah warga.
  •     Semua kejadian di toko tersebut tidak lepas dari monitoring CCTV.
  •     Ombak di lautan saling berkejaran satu sama beda di tengah terik matahari.
  •     Lagu tersebut bersenandung dengan saat estetis dan merdu.
  •     Si jago merah melahap lokasi tinggal dan permukiman penduduk sampai habis.
  •     Mentari pagi menghangatkan tubuhku yang dingin.
  •     Senja datang dan matahari bakal segera tidur.
  •     Makanan yang dilemparkan itu tampak seolah menangis.
  •     Hembusan angin mengelus-elus rambutku sampai berantakan.
  •     Nyiur melambai-lambai ke arah ku seolah tak hendak aku meninggalkan pantai.
  •     Tiang bendera tersebut berdiri tegak dan kokoh.
  •     Daun-daun pepohonan berbisik lembut tertiup angin sepoi-sepoi.
  •     Bulan mengintip di balik awan di tengah malam yang sunyi.
  •     Kopi panas tersebut telah menghangatkan tubuhku.
  •     Air-air di sungai terus bergerak maju mengikut aliran sampai menuju ke muaranya.
  •     Kabut tebal menyelimuti desa tersebut sejak kemarin.
  •     Tarian daun-daun yang berguguran begitu estetis untuk dilihat.
  •     Gelegar teriakan petir ketika malam hari begitu mengagetkanku.
  •     Karang besar tersebut menghalangi ombak yang berlarian mengarah ke pantai.
  •     Awan juga mulai murung, pertanda hujan bakal turun.
  •     Kata-katanya paling menusuk hatiku.
  •     Hasil sawah ini turut berjasa membayar ongkos sekolah adik.
  •     Sepeda butut tersebut melaju kencang di tengah sawah.
  •     Mentari begitu ceria dan memancarkan sinarnya.
  •     Aku bakal tetap berjuang, walau seluruh alam menertawaiku.
  •     Malam ini seolah memelukku yang sedang kesepian.
  •     Pasir-pasir di pantai seolah berbisik di siang hari.
  •     Motor tersebut sering terbatuk-batuk sebab sudah lama tidak dirawat.
  •     Bencana banjir tersebut telah menelan 5 korban jiwa dari penduduk desa setempat.
  •     Sirine ambulan berteriak-teriak sebagai tanda suasana darurat.
  •     Dompetku mulai berbisik mohon diisikan uang.
  •     Pohon tersebut merasa malu sampai menggugurkan daun-daunnya.
  •     Kabut asap tebal sudah menyelimuti provinsi Riau
  •     Sepatu tersebut melindungi kakinya dari panasnya aspal.
  •     Rumput bergoyang tertiup angin sepoi-sepi.
  •     Siaran TV tidak sedikit merusak moral anak bangsa.
  •     Paket tersebut datang saat aku tengah sedang di Jakarta.

Nah itulah referensi 50 misal majas personifikasi beserta pengertian, definisi, dan ciri-cirinya lengkap. Contoh-contoh majas personifikasi tersebut dapat dijadikan referensi guna lebih mengetahui makna dan pengertian majas personifikasi secara lengkap.                       

Posting Komentar untuk "Contoh Majas Personifikasi Beserta Pengertian dan Ciri-Cirinya "