Perbedaan Pajak dan Retribusi Beserta Penjelasannya

Dunia-Pendidik.Com - Pajak dan retribusi adalah dua istilah yang sering dirasakan identik atau sama, sebenarnya ada perbedaan antara pajak dan retribusi yang lumayan mencolok. Perbedaan retribusi dan pajak ini dapat disaksikan pada sekian banyak  faktor, laksana dari proses balas jasanya, dari objeknya, dari sifat-sifatnya sampai dari lembaga yang mengambil pajak atau retribusi di Indonesia.

Perbedaan Pajak dan Retribusi Beserta Penjelasannya

Istilah pajak dan retribusi secara umum memang nyaris sama, tetapi dalam kenyataannya ada tidak sedikit perbedaan antara pajak dan retribusi. Misalnya pajak dibayarkan dan kemudian dipakai untuk kepentingan umum untuk masyarakat luas, sementara retribusi melulu bertujuan guna kepentingan pribadi atau badan tertentu.

Perbedaan Pajak dan Retribusi

Berikut akan dibicarakan apa saja perbedaan pajak dengan retribusi yang didasarkan pada sejumlah faktor dan kriteria, laksana dasar hukumnya, balas jasanya, sifat-sifatnya, objeknya, lembaga pemungutnya, tujuannya, dan jenis-jenisnya.

Berdasarkan keterangan dari Dasar Hukumnya

Perbedaan pajak dan retribusi dapat dilihat dari dasar hukumnya. Dasar hukum pajak ditata dalam undang-undang, tepatnya ditata dalam UUD 1945 pasal 23A. Selain tersebut regulasi pajak pun tertera dalam UU No. 6 Tahun 1983 mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan UU No. 7 Tahun 1983 mengenai Pajak Penghasilan.

Sementara dasar hukum retribusi ditata menurut Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri atau Peraturan Daerah bersangkutan. Artinya tiap wilayah atau provinsi mempunyai dasar hukum undang-undang wilayah yang berbeda-beda pula.

Berdasarkan keterangan dari Balas Jasanya

Pajak dan retribusi juga dapat dibedakan menurut keterangan dari balas jasanya. Balas jasa pada pajak mempunyai sifat tidak langsung. Hal ini disebabkan pajak adalahsalah satu sarana pemerataan penghasilan warga negara, sehingga ketika kita menunaikan pajak akan dipakai untuk kepentingan publik, laksana untuk layanan kesehatan, pembangunan jalan, dan sebagainya.

Sedangkan pada retribusi, balas jasanya mempunyai sifat langsung. Balas jasa untuk wajib retribusi dapat dialami secara langsung dan nyata oleh si pembayar retribusi. Contohnya contohnya saat menunaikan retribusi parkir, retribusi kebersihan, dan sebagainya, manfaatnya akan dialami secara langsung.

Berdasarkan keterangan dari Sifatnya

Sifat-sifat pajak dan retribusi juga bertolak belakang satu sama lain. Membayar pajak mempunyai sifat wajib untuk orang yang dikenakan mesti pajak. Artinya pajak mempunyai sifat memaksa, sehingga andai ada orang yang tidak menunaikan pajak, maka bakal ada sanksi dan konsekuensi yang mesti ditanggung sesuai ketentuan undang-undang.

Hal ini bertolak belakang dengan sifat retribusi yang tidak wajib laksana pajak. Pemungutan retribusi bisa dipaksakan dengan sifat yang hemat kepada orang atau badan yang memakai atau menemukan jasa atau izin yang dari pemerintah.

Berdasarkan keterangan dari Objeknya

Objek pajak bertolak belakang dengan objek pada retribusi. Objek yang dikenakan pajak mempunyai sifat umum, antara lain laksana pajak kendaraan bermotor, pajak barang mewah, pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, dan jenis-jenis objek pajak lainnya.

Sedangkan pada retribusi, objeknya lebih mempunyai sifat khusus. Objek-objek retribusi ialah orang-orang tertentu yang memanfaatkan jasa pemerintah, antara lain laksana pelayanan kesehatan, terminal, layanan kebersihan, parkir, pelayanan pasar, dan sebagainya.

Berdasarkan keterangan dari Lembaga Pemungutnya

Lembaga pemungut juga dapat menjadi dasar perbedaan retribusi dan pajak. Pemungutan pajak dipisahkan menjadi 2 (dua) cara. Bagi pajak negara diambil langsung oleh Direktorat Pajak dari pusat. Sementara guna pajak daerah, pemungutannya dilaksanakan oleh organisasi perangkat wilayah yang ditunjuk laksana Badan Pendapatan Daerah atau Dinas Pelayanan Pajak.

Sedangkan guna retribusi melulu akan dikelola oleh Pemerintah Daerah saja. Umumnya pengambilan retribusi di Indonesia dilakukan oleh lembaga Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), yang beroperasi di setiap daerah.

Berdasarkan keterangan dari Tujuannya

Tujuan dan faedah pajak ialah untuk menambah perekonomian negara secara nasional dan mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh. Langkahnya dengan memakai pajak guna membangun kemudahan yang dipakai oleh masyarakat, laksana jalan, transportasi, dan sebagainya.

Sementara retribusi mempunyai tujuan untuk menyerahkan jasa atau izin untuk masyarakat sehingga mereka bisa melaksanakan pekerjaan mereka serta menemukan pelayanan dari pemerintah. Dengan kata lain, retribusi bertujuan guna kepentingan pribadi atau kumpulan tertentu saja.

Berdasarkan keterangan dari Jenis-Jenisnya

Terdapat 2 (dua) jenis-jenis pajak secara umum, yaitu pajak negara dan pajak daerah. Yang tergolong pajak negara antara lain ialah pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, dan bea materai. Sedangkan pajak wilayah meliputi pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan, pajak hiburan, pajak restoran, pajak air tanah, dan sebagainya.

Sementara retribusi umumnya dipecah menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan. Retribusi jasa umum melayani jasa pemerintah secara umum, sedangkan retribusi jasa usaha melayanai jasa di bidang usaha. Adapun retribusi perizinan bertujuan untuk mendapat  perizinan dari pemerintah bersangkutan pekerjaan tertentu.

Nah itulah referensi tentang perbedaan-perbedaan pajak dan retribusi beserta pejelasannya. Secara umum pajak dan retribusi dapat dipisahkan menurut dasar hukum, balas jasa, sifat, objek, lembaga pemungut, tujuan, dan jenis-jenisnya.

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Pajak dan Retribusi Beserta Penjelasannya "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel