Supremasi Hukum | Pengertian, Tujuan, Penegakan, dan Contohnya

Dunia-Pendidik.Com - Supremasi hukum adalah upaya untuk mendirikan hukum sebagai ketentuan tertinggi. Suatu negara dapat disebutkan sebagai negara hukum (rule of law) andai supremasi hukum sudah ditegakkan. Tujuan supremasi hukum urgen sebagai aturan main dalam penyelenggaraan pemerintahan negara, tergolong dalam perlindungan hak-hak penduduk negara.

Supremasi Hukum | Pengertian, Tujuan, Penegakan, dan Contohnya

Negara hukum ialah suatu negara yang menanam aturan hukum pada lokasi yang tertinggi, yang mencakup perlindungan terhadap HAM, pemisahan kekuasaan, masing-masing tindakan pemerintah mesti didasarkan untuk peraturan perundang-undangan, dan adanya peradilan yang jujur, adil, dan berdiri sendiri.

Nah kali ini akan dibicarakan mengenai apa definisi supremasi hukum, faedah dan destinasi supremasi hukum, penegakan supremasi hukum di Indonesia beserta contohnya.

Pengertian Supremasi Hukum

Pengertian supremasi hukum ialah upaya guna menjadikan instrumen hukum dan keadilan sebagai landasan dari keberlangsungan sebuah sistem masyarakat. Dalam konsep supremasi hukum, aturan hukum dijadikan sebagai dominasi tertinggi yang mesti ditegakkan dan dipatuhi oleh tiap unsur pemerintah dan masyarakat.

Singkatnya, pengertian supremasi hukum dapat ditafsirkan sebagai sebuah pernyataan dan penghormatan mengenai superioritas hukum sebagai aturan main yang utama dalam seluruh kegiatan kehidupan berbangsa, bernegara, berpemerintahan, dan bermasyarakat yang dilaksanakan secara jujur dan adil.

Hukum ialah kedaulatan tertinggi dalam sebuah negara, karena tersebut aturan tertinggi dalam negara hukum ialah hukum tersebut sendiri. Penyelenggara pemerintahan negara melulu melaksanakan kehendak hukum, sampai-sampai dalam konteks supremasi hukum, hukum beraksi sebagai komando dan panglima tertinggi dalam negara yang mesti dipatuhi.

Arti Supremasi Hukum Berdasarkan keterangan dari Para Ahli

Berikut merupakan sejumlah definisi dan definisi supremasi hukum menurut keterangan dari para berpengalaman hukum.

Berdasarkan keterangan dari Soetandyo Wignjosoebroto (2002)
Pengertian supremasi hukum menurut keterangan dari Soetandyo Wignjosoebroto adalah sebuah upaya untuk mendirikan serta menempatkan hukum pada posisi sangat tinggi yang dapat membuat perlindungan seluruh lapisan masyarakat tanpa terdapat intervensi oleh serta dari pihak mana juga, termasuk pun oleh pelaksana negara.

Berdasarkan keterangan dari Abdul Manan (2009)
Arti supremasi hukum menurut keterangan dari Abdul Manan adalah sebuah usaha atau strategi untuk mendirikan serta memposisikan hukum pada lokasi yang sangat tinggi dari segala-galanya. Hukum yakni komandan atau panglima menciptakan perlindungan serta mengayomi kestabilan kehidupan berbangsa serta bernegara.

Tujuan Supremasi Hukum

Berikut adalah tujuan supremasi hukum ditegakkan di suatu negara untuk masyarakat dan untuk negara.
  1. Menempatkan kebebasan pribadi sebagai prinsip dasar dari organisasi sosial, guna menjamin kebebasan individu.
  2. Menjamin terjaga dan terpeliharanya nilai-nilai moral bangsa Indonesia.
  3. Melindungi kepentingan penduduk dan masyarakat secara luas.
  4. Menciptakan masyarakat yang demokratis.
  5. Menjadikan tanggung jawab berpengalaman hukum untuk dilakukan dan yang mesti dikerjakan, tidak melulu untuk mengayomi dan mengembangkan hak-hak perdata dan politik perorangan dalam masyarakat bebas, tetapi pun untuk mengadakan dan membina situasi sosial, ekonomi, edukasi dan kultural yang bisa mewujudkan aspirasi rakyat serta menambah integritas SDM.
  6. Memberikan garansi terlindunginya hak-hak pribadi dalam bernegara dan bermasyarakat.

Penegakan Supremasi Hukum dan Contohnya

Hal ini disebabkan masih tidak sedikit penyelesaian kasus-kasus hukum yang tidak jelas dan berhenti di tengah jalan. Belum lagi adanya perlakuan yang bertolak belakang antar penduduk di mata hukum, sampai-sampai tidak cocok dengan esensi hukum tersebut sendiri yang bertujuan guna memberi keadilan.

Di samping itu, masih tidak sedikit penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dirasa belum cocok dengan apa yang telah ditata oleh undang-undang. Hukum di Indonesia masih berpihak pada kekuasaan, sampai-sampai pelaksanaan supremasi hukum dirasa belum efektif.

Penegakan supremasi hukum mempunyai kebersangkutanan erat dengan pelapisan sosial di masyarakat. Berdasarkan keterangan dari Soerjono Soekanto, ada 5 hal yang mempunyai pengaruh berhubungan proses penegakan hukum, yakni hal hukum, hal aparat penegak hukum, hal sarana, hal masyarakat, dan hal kebudayaan.

Sementara tersebut menurut keterangan dari Satjipto Rahardjo, ada tiga bagian utama yang tercebur dalam proses penegakan hukum, yakni bagian pembuat undang-undang, bagian aparat penegak hukum, dan bagian lingkungan. Jika faktor-faktor dan unsur-unsur tersebut berjalan dengan baik, maka penegakan supremasi hukum di Indonesia dapat berjalan dengan baik.

Nah itulah referensi tentang pengertian dan misal supremasi hukum serta penegakan dan pelaksanan supremasi hukum di Indonesia. Semoga dapat menjadi ekstra referensi dan wawasan pengetahuan mengenai supremasi hukum.                       

Belum ada Komentar untuk "Supremasi Hukum | Pengertian, Tujuan, Penegakan, dan Contohnya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel