Dasar-Dasar Akuntansi | Pengertian, Persamaan Dasar, Siklus, Akun

Dunia-Pendidik.Com - Akuntansi adalah salah satu studi ilmu pengetahuan yang tidak sedikit dipelajari ketika ini yang bersangkutan dengan bidang ekonomi. Fungsi dan destinasi ekonomi sangat urgen untuk meluangkan informasi finansial dalam format laporan yang bermanfaat dan dapat dipakai untuk bahan penilaian dan pemungutan keputusan oleh pihak perusahaan.

Dasar-Dasar Akuntansi | Pengertian, Persamaan Dasar, Siklus, Akun

Konsep dasar akuntansi pun urgen dipelajari untuk mengetahui dan mengelola bisnis dan usaha dengan baik. Meski begitu, bukan berarti urusan yang gampang untuk mempelajari dasar-dasar akuntansi.

Misalnya apa tersebut pengertian akuntansi? Apa persamaan dasar dalam akuntansi? Apa saja tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi? Dan apa sajakah komponen dan akun-akun urgen dalam laporan ilmu akuntansi?

Dasar-Dasar Akuntansi

Berikut akan dibicarakan mengenai teori dan dasar-dasar akuntansi, mencakup pengertian dan pengertian akuntansi, persamaan dasar akuntansi, siklus akuntansi serta komponen dan akun-akun akuntansi.

Pengertian Akuntansi

Sementara menurut keterangan dari KBBI, definisi akuntansi ialah teori dan praktik perakunan, tergolong tanggung jawab, prinsip, standar, kebiasaan (kebiasaan), dan seluruh kegiatannya.

Persamaan Dasar Akuntansi

    Harta = Utang + Modal

Persamaan dasar akuntansi yang sangat dasar ialah hutang = utang + modal. Hal ini menjadi konsep dasar akuntansi yang mesti dicerna sejak awal. Persamaan dasar ini mempunyai sifat mutlak yang berarti jangan ditawar-tawar lagi supaya keuangan anda menjadi balance atau seimbang.

Dengan kata beda jumlah harta mesti sama dengan jumlah utang dan modal yang anda keluarkan. Tentu pada prakteknya, bakal ada tidak sedikit variabel dan barangkali masalah-masalah yang mesti dihadapi. Namun bila diciptakan simple, maka persamaan dasar akuntansi itu harus dipenuhi.

Siklus Akuntansi


Secara umum ada 3 langkah utama dalam proses siklus akuntansi yaitu proses pencatatan, peringkasan, dan penciptaan laporan keuangan, sebagai berikut:

  • Peringkasan laporan keuangan
  • Pembuatan laporan finansial (financial statements)

Meski begitu bila diulas lebih lanjut lagi, maka terdapat sejumlah tahapan siklus akuntansi lainnya yang lebih rinci dan menyeluruh. Tujuan dari siklus akuntansi ini ialah untuk meluangkan informasi yang berfungsi untuk pemungutan keputusan untuk pihak perusahaan.

Akun Akuntansi

Dalam ilmu akuntansi, ada istilah akun yang mengacu pada kelompok pencatatan transaksi keuangan. Akun-akun pada akuntansi ini digolongkan menurut kriteria atau kelompok terentu, contohnya harta atau utang.

1. Harta (assets)
Harta atau asset adalah segala sesuatu yang mempunyai nilai dan menjadi kepemilikan perusahaan. Bisa diputuskan bahwa harta adalah seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan, baik berbentuk tampak wujudnya atau tidak, asalkan mempunyai nilai untuk perusahaan.

Terdapat 3 (tiga) jenis-jenis harta antara beda sebagai berikut:
  • Harta fasih (current assets), yaitu jenis harta yang bisa dikonversi menjadi duit dalam masa-masa maksimal 1 tahun, contohnya ialah kas, uang, piutang usaha, stock barang, perlengkapan, surat berharga, dan beda sebagainya.
  • Harta tetap (fixed assets), yaitu jenis harta yang berwujud dan dipakai untuk pekerjaan operasional perusahaan lebih dari setahun serta tidak guna dijual, contohnya laksana gedung, mesin, kendaraan operasional, tanah, dan beda sebagainya.
  • Harta tak berwujud (intanginble assets), yaitu jenis harta yang tidak mempunyai wujud, tetapi dapat dipakai perusahaan untuk mendapat  keuntungan, contohnya laksana hak paten, brand  dagang, hak cipta, dan beda sebagainya.

2. Utang (liabilities)

Utang atau keharusan atau liabilites adalah suatu keharusan perusahaan untuk menunaikan sejumlah duit tertentu untuk pihak lain.

Terdapat 2 (dua) jenis-jenis utang antara beda sebagai berikut:
  • Utang lancar, yaitu jenis utang yang bisa dilunasi dalam waktu tidak cukup dari satu tahun, contohnya laksana utang usaha, beban yang masih mesti ditunaikan atau penghasilan diterima di muka.
  • Utang jangka panjang, yaitu jenis utang yang dilunasi dalam masa-masa lebih dari 1 tahun, lazimnya sampai di atas 3 tahun, contohnya laksana utang obligasi, utang hipotek, dan beda sebagainya.

3. Modal (equity) 
Modal pun termasuk di antara harta atau kekayaan perusahaan di samping uang.

Terdapat 2 (dua) jenis modal sebagai berikut:
  • Modal internal, yaitu jenis modal yang diperoleh sendiri, misalnya yang berasal dari hasil keuntungan, kepunyaan pribadi, dan beda sebagainya.
  • Modal eksternal, yaitu jenis modal yang diperoleh dari sumber luar, misalnya yang berasal dari pinjaman bank, utang, dan beda sebagainya.

4. Pendapatan (income)
Pendapatan atau income merupakan format nominal yang diperoleh oleh suatu perusahaan dari hasil penjualan barang atau jasa. Meski begitu, penghasilan tidak melulu berasal dari penjualan saja, namun juga dapat berasal dari sewa atau bunga. Dengan kata beda pendapatan dapat dihasilkan dari pekerjaan usaha dan di luar usaha juga.

5. Beban (expense)
Beban atau expense adalah segala format nominal yang dikeluarin suatu perusahaan guna menjalankan usaha. Bisa dibilang, beban adalahkebalikan dari pendapatan, sebab dikeluarkan guna dapat menjalankan pekerjaan perusahaan.

Ada 3 (tiga) jenis-jenis beban antara beda sebagai berikut:
  • Beban gaji, yaitu jenis beban yang dikeluarkan untuk menunaikan gaji atau upah dari karyawan perusahaan.
  • Beban sewa, yaitu jenis beban yang dikeluarkan untuk menunaikan sewa gedung atau alat.
  • Beban bunga, yaitu jenis beban yang dikeluarkan untuk menunaikan bunga, laksana bunga utang bank.

Semoga dapat menambah wawasan mengenai ilmu akuntansi.                       

Belum ada Komentar untuk "Dasar-Dasar Akuntansi | Pengertian, Persamaan Dasar, Siklus, Akun"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel