Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Faktor Pendorong Perubahan Sosial (Faktor Internal dan Eksternal)

Dunia-Pendidik.Com - Perubahan sosial ialah proses sosial dimana insan melakukan evolusi yang memprovokasi tatanan dan struktur lapisan masyarakat. Contoh evolusi sosial dapat anda jumpai di dekat kita. Tentunya terdapat sejumlah faktor penyebab sampai-sampai masyarakat mengerjakan proses evolusi sosial, baik hal internal maupun hal eksternal.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial (Faktor Internal dan Eksternal)

Berdasarkan keterangan dari ilmu sosiologi, definisi perubahan sosial ialah suatu evolusi yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam sebuah lingkungan masyarakat yang dapat memprovokasi sistem sosialnya, tergolong nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku salah satu kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Ciri-ciri evolusi sosial ialah bersifat imitatif dan berkelanjutan serta mempunyai hubungan kausalitas dan dapat mengakibatkan disorganisasi sementara. Dalam ilmu sosiologi, ada 4 (empat) teori evolusi sosial yang diajukan oleh semua peneliti, yaitu teori evolusi, teori linear, teori siklus, dan teori konflik.

Perubahan sosial tidak terjadi secara tiba-tiba dan tanpa tujuan. Terdapat sejumlah faktor penyebab evolusi sosial sehingga dilaksanakan oleh masyarakat, baik hal yang berasal dari dalam (faktor internal) maupun hal yang berasal dari luar (faktor eksternal).

Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Berikut merupakan sejumlah faktor pendorong terjadinya evolusi sosial di lingkungan masyarakat beserta penjelasannya lengkap, baik hal internal maupun hal eksternal.

Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor-faktor penyebab terjadinya evolusi sosial yang berasal dari dalam atau dari masyarakat tersebut sendiri.

1. Sistem Masyarakat Terbuka

Faktor pendorong evolusi sosial yang kesatu ialah sistem masyarakat terbuka, dimana kumpulan masyarakat menerima kebiasaan dan pengaruh luar guna masuk. Semakin tersingkap sistem lapisan masyarakat, maka semakin besar kesempatan untuk terjadinya evolusi sosial, dibanding kumpulan masyarakat yang tertutup atau terisolasi.

2. Komposisi Penduduk Heterogen

Suatu lingkungan dengan situasi penduduk yang heterogen akan berkesempatan lebih besar terjadi evolusi sosial. Perbedaan ras, suku, dan agama di lingkungan masyarakat membuat bisa jadi perubahan sosial terjadi lebih tinggi, meski dapat juga mengakibatkan perubahan sosial yang negatif sebab potensi terjadi konflik dan perselisihan.

3. Sistem Pendidikan Maju

Sistem edukasi yang lebih maju bakal mendorong terjadinya evolusi sosial. Bertambahnya wawasan dan ilmu pengetahuan mengakibatkan masyarakat lebih dapat berfikir secara lebih rasional dan obyektif berhubungan tantangan evolusi sosial yang dihadapi.

4. Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain

Adanya sikap menghargai hasil karya orang lain pun mendorong seseorang atau kumpulan masyarakat untuk mengerjakan perubahan sosial guna mendapat apresiasi. Hal ini bakal mendorong terciptanya inovasi dan penemuan untuk kehidupan masyarakat secara luas.

5. Sikap Berorientasi ke Masa Depan

Perubahan sosial pun dapat didorong adanya sikap berorientasi ke masa depan, yang menciptakan masyarakat lebih optimis dan menatap masa depan. Hal ini mengakibatkan masyarakat terus berupaya mengerjakan perubahan supaya menjadi lebih baik lagi ke depannya.

6. Ketidakpuasan Terhadap Bidang Tertentu

Perubahan sosial bisa terjadi sebab ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang tertentu, contohnya pada kesenjangan ekonomi atau minimnya pembangunan. Masyarakat yang kecewa lantas melakukan evolusi sosial untuk mengisi kebutuhan dampak ketidakpuasan tersebut, dapat juga dengan cara-cara demonstrasi atau bahkan revolusi.

7. Keinginan Manusia Bagi Lebih Baik Lagi

Sudah menjadi kodrat insan untuk terus mengerjakan perubahan supaya menjadi lebih baik. Hal ini juga sehubungan untuk mempermudah kehidupan insan serta mengisi kebutuhannya. Karena itulah, insan terus mengerjakan perubahan di sekian banyak  bidang guna kepentingannya.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor-faktor penyebab terjadinya evolusi sosial yang berasal dari luar yang tidak bisa dikehendaki dan direncanakan.

1. Adanya Kontak dengan Budaya Lain

Terjadinya kontak dengan kebudayaan lain pun mampu mendorong terjadinya evolusi sosial. Hal ini disebut pun sebagai difusi, yakni sebuah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari seseorang untuk orang lain, dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain.

2. Terjadi Bencana Alam

Terjadinya bencana alam pun mendorong evolusi sosial, mulai dari mobilitas penduduk sampai perubahan gaya hidup. Bencana alam termasuk hal eksternal pendorong evolusi sosial sebab perisitwa ini tidak dapat ditebak dan tidak bisa dikehendaki oleh manusia.

3. Terjadi Peperangan

Faktor pendorong evolusi sosial yang terakhir ialah terjadinya peperangan. Adanya peperangan mengakibatkan perubahan untuk masyarakat di sekian banyak  bidang, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, politik, sosial, budaya, kesehatan, dan lain-lain.

Nah itulah referensi 10+ faktor-faktor penyebab evolusi sosial beserta misal dan keterangan lengkapnya, baik hal internal maupun hal eksternal. Ada tidak sedikit faktor dan hal-hal yang menyebabkan insan terus mengerjakan perubahan guna menjadi lebih baik lagi.

Posting Komentar untuk "Faktor Pendorong Perubahan Sosial (Faktor Internal dan Eksternal)"