Peninggalan Kerajaan Kutai dan Gambarnya (Prasasti, Arca, Pusaka)

Dunia-Pendidik.Com - Kerajaan Kutai adalah kerajaan bercorak Hindu yang didirikan selama tahun 350 Masehi. Letak Kerajaan Kutai terdapat di Muara Kaman, Kutai Kartenagra di provinsi Kalimantan Timur. Kerajaan ini sering dianggap sebagai Kerajaan Hindu-Budha tertua di Indonesia sebab sudah ada semenjak abad ke-4 Masehi.

Peninggalan Kerajaan Kutai dan Gambarnya (Prasasti, Arca, Pusaka)

Lokasi kerajaan ini terdapat di hulu sungai Mahakam di Muara Kaman. Pendiri Kerajaan Kutai ialah Raja Kudungga. Ada pun 2 raja Kutai yang sangat dikenal yakni Asmawarman dan Mulawarman. Pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai meraih masa kejayaannya.

Kerajaan Kutai runtuh selama tahun 1605, saat dipungut alih oleh Kesultanan Kutai Kartanegara yang bercorak Islam. Hal tersebut pun menandai runtuhnya kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, yang lantas digantikan oleh kerajaan bercorak Islam.

Bukti eksistensi Kerajaan Kutai tidak sedikit ditemukan pada peninggalan-peninggalannya. Prasasti Yupa, yang berupa tujuh buah tugu batu, menjadi di antara peninggalan Kutai yang sangat penting dan terkenal. Selain tersebut ada tidak sedikit benda-benda pusaka beda yang jadi peninggalan kerajaan ini.

Peninggalan Kerajaan Kutai

Nah inilah ini akan diterangkan mengenai website sejarah peninggalan Kerajaan Kutai, baik berupa prasasti, arca, candi, pusaka, dan benda-benda kuno lainnya.

Prasasti Yupa

Salah satu peninggalan Kerajaan Kutai yang sangat penting ialah Prasasti Yupa. Terdapat 7 buah Prasasti Yupa yang masih dapat dilihat hingga sekarang. Tulisan pada prasasti Yupa memakai bahasa Sansakerta atau huruf Pallawa.

Isi prasasti ini tidak sedikit membahas mengenai kerajaan dan kejayaan di masa Maharaja Mulawarman. Selain tersebut juga dibicarakan mengenai kehidupan politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan di masa Kerajaan Kutai.

Arca Bulus

Arca bulus pun termasuk di antara peninggalan Kerajaan Kutai. Arca bulus ini tercipta dari batu dan jumlahnya terdapat beberapa.

Arca Budha Perunggu
Peninggalan Kerajaan Kutai lainnya ialah arca Budha yang tercipta dari bahan perunggu. Hal ini menandakan bahwa Kerajaan Kutai pun terpengaruh oleh corak agama Budha.

Kalung Ciwa

Kalung Ciwa pun menjadi peninggalan Kerajaan Kutai. Kalung ini ditemukan pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman pada tahun 1890. Penemuan kalung ini ditemukan masyarakat di dekat Danau Lipan, Muara Kaman.

Kalung Uncal
Kalung Uncal adalah sebuah kalung emas yang dihiasi liontin berelief kisah Ramayana. Kalung ini dipakai sebagai atribut Kerajaan Kutai Martadipura dan dikenakan oleh Sultan Kutai Kartanegara sesudah Kutai Martadipura sukses ditaklukkan. Kalung ini diduga berasal dari India (Unchele).

Pedang Sultan Kutai

Pedang Sultan Kutai adalah peninggalan Kerajaan Kutai berupa pedang yang tercipta dari emas dan dipunyai oleh sultan dari Kerajaan Kutai. Di unsur gagangnya terukir gambar harimau, sementara bagian sarungnya dihiasi gambar buaya.

Meriam Kutai
Meriam Kutai adalah peninggalan dari Kerajaan Kutai sebagai senjata yang kuat guna pertahanan. Terdapat 4 meriam dari Kutai yang masih ada hingga sekarang, yaitu Meriam Sapu Jagat, Meriam Gentar Bumi, Meriam Aji Entong, dan Meriam Sri Gunung.

Keris Bukit

Keris Bukit adalah keris peninggalan Kerajaan Kutai yang dipakai oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu, yang adalah permaisuri raja Kerajaan Kutai yang kesatu.

Tombak Majapahit
Tombak-tombak tua yang berasal dari Kerajaan Majapahit pun termasuk dalam peninggalan Kerajaan Kutai. Tombak-tombak ini telah ada di Muara Kaman semenjak zaman dulu. Hal ini pun jadi bukti bahwa Kerajaan Kutai mempunyai hubungan baik dengan Kerajaan Majapahit.

Ketopong Sultan

Ketopong Sultan adalah mahkota yang diperkenankan guna sultan Kerajaan Kutai yang tercipta dari emas. Benda ini ditemukan pada tahun 1890 di wilayah Muara Kaman. Kini ketopong sultan bisa ditemukan di Museum Nasional, Jakarta.

Singgasana Sultan

Singgasana atau tahta sultan adalah peninggalan Kutai yang masih terjaga hingga sekarang. Singgasana ini dipakai oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Di samping singgasana, pun ada payung, umbul-umbul, dan peraduan pengantin Kutai Keraton.

Kura-Kura Emas

Kura-kura emas adalah peninggalan Kerajaan Kutai yang paling unik, yaitu benda berbentuk kura-kura yang berwarna emas. Benda ini ditemukan di wilayah Long Lalang, dekat Sungai Mahakam. Kura-kura emas ini dipakai sebagai persembahan oleh pangeran dari kerajaan China untuk Putri dari Kutai.

Tali Juwita

Tali Juwita tercipta dari benang sejumlah 21 helai, seringkali digunakan dalam upacara tradisi Bepelas, yang masih berkaitan dengan Festival Erau. Tali ini menyimbolkan 7 muara dan 3 anak sungai pada sungai Mahakam, yaitu sungai Kelinjau, Belayan, dan Kedang Pahu.

Kelambu Kuning

Terdapat sejumlah benda pusaka peninggalan Kutai yang diandalkan  mempunyai kekuatan magis. Benda-benda ini antara lain yakni gong, arca, topeng, patung, keris, dan sebagainya, yang ditabung dalam kelambu kuning. Karena itulah, kelambu kuning ini termasuk di antara peninggalan Kutai.

Gamelan Gajah Prawoto
Peninggalan Kutai pun meliputi seperangkat gamelan yang diduga berasal dari pulau Jawa, tergolong Gamelan Gajah Prawoto. Hal ini menjadi bukti bahwa Kerajaan Kutai memang mempunyai hubungan erat dengan kerajaan-kerajaan dari pulau Jawa.

Keramik Kuno Tiongkok

Ada selama ratusan keramik kuno dari Tiongkok (China) yang berasal dari sekian banyak  Dinati Kekaisaran China tempo dulu. Keramik-keramik ini ditemukan tertimbun di Danau Lipan. Hal ini menandakan hubungan perniagaan antara Kerajaan Kutai dan Kekaisaran China.

Nah itulah macam-macam peninggalan kerajaan Kutai, baik yang berupa prasasti, arca, senjata, pusaka, dan benda-benda lainnya. Semoga dapat menambah wawasan dan referensi sejarah.                       

Belum ada Komentar untuk "Peninggalan Kerajaan Kutai dan Gambarnya (Prasasti, Arca, Pusaka)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel