Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perjanjian Roem Royen | Latar Belakang, Sejarah, Hasil, Isi & Dampaknya


Dunia-Pendidik.Com -  Kali ini akan dikatakan info tentang sejarah dan latar belakang perjanjian Roem Royen beserta isi, akibat dan hasil perundingannya lengkap.

Latar Belakang Perjanjian Roem Royen

Perundingan Roem Royen tadinya dilatarbelakangi oleh terjadinya serangan dari Belanda untuk Indonesia sesudah proklamasi kemerdekaan. Belanda mengerjakan serangan ke Yogyakarta serta serangan Agresi Militer Belanda II.

Hal ini diperbanyak dengan adanya penahanan semua pemimpin Indonesia yang mulai mengundang kecaman dari dunia internasional khususnya dari Amerika Serikat dan Dewan PBB.

Tekanan dari luar negeri yang lantas membuat perlunya dilaksanakan perundingan Indonesia dan Belanda. Oleh karena tersebut kemudian dilaksanakan perundingan Roem Royen yang menjadi jalan mengarah ke Konferensi Meja Bundar (KMB) yang akan diselenggarakan di Den Haag, Belanda.

Tanggal perjanjian Roem Royen diselenggarakan mulai dari 14 April hingga 7 Mei 1948 dan berlokasi di Jakarta.

 

Perjanjian Roem Royen | Latar Belakang, Sejarah, Hasil, Isi & Dampaknya

Jalannya Perundingan Roem Royen

Perjanjian Roem Royen dibuka tanggal 14 April 1948. Sedangkan pihak Belanda diwakili oleh Dr. J. Herman van Royen dengan anggotanya laksana Blom, Jacob, dr. Van, dr. Gede, Dr. P. J. Koets, Van Hoogstratendan dan Dr. Gieben.

Perundingan baru berlalu pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta. Perjanjian ini mulai ditandatangani dan nama perjanjian ini kemudian ditetapkan untuk dipungut dari nama kedua pemimpin delegasi, yakni Mohammad Roem dari pihak Indonesia dan Herman van Royen dari pihak Belanda.
Hasil Perjanjian Roem Royen

Hasil perundingan Roem Royen ini antara beda adalah:

  • Angkatan bersenjata Republik Indonesia mesti menghentikan semua kegiatan gerilya
  • Pemerintah Republik Indonesia bakal menghadiri Konferensi Meja Bundar (KMB)
  • Kembalinya pemerintahan Republik Indonesia ke kota Yogyakarta
  • Angkatan bersenjata Belanda bakal menghentikan seluruh operasi militer dan melepaskan semua tahanan perang dan politik
  • Belanda mengamini Republik Indonesia beberapa dari Negara Indonesia Serikat
  • Kedaulatan akan di berikan kepada Indonesia secara utuh dan tanpa kriteria
  • Belanda dan Indonesia akan menegakkan sebuah persekutuan dengan dasar sukarela dan persamaan hak
  • Belanda menyerahkan semua hak, dominasi dan kewajiban untuk Indonesia


Dampak Perjanjian Roem Royen

Terdapat tidak sedikit dampak yang dimunculkan dari perjanjian ini pada suasana di Indonesia.

Yogyakarta pun menjadi ibukota sedangkan dari Indonesia. Terjadi pun penyerahan mandat dari Sjafruddin Prawiranegara sebagai presiden PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) berpulang pada Ir. Soekarno.

Yang sangat mencolok ialah adanya gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia. Perundingan Roem Royen juga berujung dengan dilaksanakannya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda yang menuntaskan permasalahan antara Indonesia dan Belanda.

Peristiwa ini juga menjadi di antara peristiwa bersejarah dalam kelangsungan Republik Indonesia yang terjadi sesudah era kemerdekaan.

Posting Komentar untuk "Perjanjian Roem Royen | Latar Belakang, Sejarah, Hasil, Isi & Dampaknya"